
()
Pesta olahraga pelajar, ASEAN School Games IV telah resmi ditutup pada Rabu (4/7). Kontingen Indonesia memastikan diri menduduki peringkat kedua dalam klasemen akhir perolehan medali. Thailand menghuni puncak klasemen.
Dari 11 cabang olah raga yang dipertandingkan, Indonesia total mendulang 33 emas, 33 perak dan 27 perunggu. Tim Merah-Putih hanya terpaut lima medali emas dari Thailand yang mengumpulkan 38 emas, 28 perak , 47 perunggu. Sedangkan Malaysia berada di peringkat ketiga dengan 29 emas, 36 perak dan 35 perunggu.
Meski hanya berada di posisi kedua, Indonesia sudah berhasil memenuhi target memperbaiki peringkat. Di ASG III tahun lalu, Indonesia hanya berada di posisi ke empat,
“Runner-up sudah bagus dan memenuhi target, ini adalah prestasi terbaik selama empat kali penyelenggaran ASG. Sebelumnya kita hanya berada di posisi ke empat, ” ujar Komandan Kontingen Indonesia, Tunas Dwidarto.
Cabor renang menjadi peyumbang medali emas terbanyak dengan mendulang sembilan emas. Melebihi target awal yang dipatok delapan emas. Indonesia menjadi juara umum di cabor renang mengalahkan Singapura dan Thailand dengan total 9 emas, 6 perak dan 5 perunggu. Perolehan emas tim renang Indonesia ini melampaui target yaitu 8 emas.
Selain renang, pencak silat juga menjadi lumbung medali setelah meraup delapan emas. Prestasi lainnya juga ditunjukan cabor tenis dengan menyapu bersih lima medali emas perorangan. Sayangnya, di sektor beregu lengah sehinga hanya meraih dua medali perak.
Bola voli Indonesia juga memutus tradisi emas Thailand. Di sektor putra Indonesia meraih medali emas sedangkan voli putri masih menjadi milik Thailand.
Sementara ada beberapa cabor gagal menyumbang medali. Seperti sepak takraw, tenis meja dan basket. Namun dua cabor yaitu takraw dan tenis meja memang bukan menjadi andalan Indonesia. Sedangkan basket yang ditarget satu emas hanya mendapatkan satu perak. “Kami juga bangga karena selama penyelenggaran ASG berjalan lancar tidak ada protes dari negara peserta, ” ujar Agus Edi Suharto, Wakil Ketua Pelaksana ASG.
ASG tahun ini memang tercacat sebagai ajang terbesar dibandingkan sebelumnya karena iikuti sekitar 1.320 atlet dari tujuh negara. Yakni tuan rumah Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Kontingen Indonesia sebanyak 276 orang yang terdiri dari 211 atlet, 38 pelatih, dan 11 manajer.