Skor
Jelang Olimpiade London 2012
Pencapaian Terhebat Sepanjang Sejarah Olimpiade
Oka Akhsan M.
Selasa, 03/07/2012 05:28:39   |   Read : 1500

Kristin Otto (Getty Images)

Sejak pertama kali digelar pada 1896, sudah ribuan atlet yang bertanding dengan memperlihatkan kemampuan terbaik demi meraih medali emas Olimpiade. Namun, hanya ada segelintir nama yang akan selalu dikenang karena telah meraih pencapaian luar biasa. Dua orang di antaranya adalah Kristin Otto dan Jesse Owens.

Kristin Otto

Sepanjang sejarah Olimpiade, cabang olah raga renang telah berhasil mengubah garis hidup seseorang. Johnny Weismuller menjadi aktor terkenal setelah tampil di Olimpiade dan Mark Spitz muncul di berbagai serial televisi setelah memborong tujuh medali emas di Muenchen.

Beberapa tahun kemudian, muncul seorang fenomena baru dari kolam renang. Ia selanjutnya dikenal sebagai salah satu perenang wanita terhebat sepanjang masa karena berhasil meraih prestasi luar biasa. Wanita tersebut bernama Kristin Otto.

Kehebatan Otto diperlihatkan di Olimpiade Seoul pada 1988. Ia seperti menumpahkan seluruh gairah di Korea Selatan setelah menunggu selama empat tahun untuk tampil di Olimpiade karena Jerman Timur memboikot gelaran 1984 di Los Angeles.

Otto turun di enam final dari tiga nomor sekaligus di Seoul, yitu gaya bebas, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Ia mengincar rekor baru. Sebelumnya, belum pernah ada perenang yang mampu meraih medali emas dari tiga nomor sekaligus dalam gelaran Olimpiade, termasuk Weismuller dan Spitz.

Seperti yang telah diperkirakan, Otto sukses meraih emas pertama Olimpiade di nomor bergengsi, 100m gaya bebas. Keberhasilan tersebut menambah rasa percaya diri wanita yang kini berusia 46 tahun itu untuk kembali menyabet emas di final 100m gaya punggung.

Medali emas dengan pemecahan rekor selanjutnya menghiasi pencapaian Otto. Ia bahkan sukses membuat rekor baru Olimpiade di tiga nomor sekaligus! Yaitu 100m gaya kupu-kupu, 4 x 100m gaya bebas, dan gaya ganti estafet. 

Final terakhir di nomor 50m gaya bebas menjadi puncak kejayaan Otto. Perenang kelahiran Leipzig itu berhasil mengalahkan pemegang rekor dunia asal Cina, Yang Wenyi, untuk merebut emas keenam di Seoul.

Raihan enam medali emas membuat Otto menjadi orang pertama yang mampu menggondol emas di tiga nomor berbeda cabang olah raga renang dalam satu gelaran Olimpiade. Nama Otto kemudian diabadikan sebagai atlet terbaik di Olimpiade 1988 oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Jesse Owens

Owens adalah fenomena Olimpiade. Berlebihan? Rasanya tidak demikian. Jika ingin melihat contoh terbaik pahlawan Olimpiade sepanjang masa, maka pria kelahiran Alabama, Amerika Serikat, ini adalah orangnya.

Pencapaian Owens telah tertulis dalam berbagai sumber. Ia menjadi sumber inspirasi banyak orang karena berhasil membuktikan bahwa berkulit hitam bukan menjadi penghalang untuk meraih kehormatan dan harga diri.

"Saya memanggil Jesse dengan sebutan Superman dan semua orang mengetahui hal tersebut. Saya merasa ia adalah satu dari segelintir orang hebat yang pernah lahir di muka bumi," ujar Archie Williams, rekan Owens sekaligus juara nomor lari 400m di Olimpiade 1936.

Bertanding di Olimpiade 1936 Berlin yang diselimuti propaganda Nazi dan doktrin superioritas bangsa Arya, Owens justru menjadi sosok dominan. Setiap kali memasuki stadion, Owens selalu mendapat sambutan meriah bagaikan seorang rock star. Selanjutnya, ia menjadi manusia tercepat di dunia, tak memandang kulit hitam atau kulit putih.

Owens dengan mudah mengalahkan rekan setimnya, Ralph Metcalfe, di nomor lari paling bergengsi, 100m. Kemenangan Owens di nomor 200m lebih hebat lagi. Ia berhasil memecahkan rekor Olimpiade dengan catatan waktu lebih cepat satu detik dari rekor lama.

Owens melengkapi koleksi medali emas dengan membantu tim Amerika Serikat menjadi jawara di nomor 400m estafet, sekaligus memecahkan rekor dunia yang telah bertahan selama 20 tahun! Namun, yang membuat nama Owens masuk buku sejarah adalah raihan emas keempat di nomor lompat jauh.

"Jesse tidak pernah berlatih lompat jauh. Itulah alasan mengapa ia selalu hampir gagal lolos kualifikasi karena didiskualifikasi," sebut Williams.

Benar saja, Owens hampir gagal lolos ke final lompat jauh karena selalu melakukan lompatan ilegal. Yang mengejutkan, orang yang mengajari Owens cara melompat yang benar adalah sang rival utama asal Jerman, Luz Long!

Setelah berhasil masuk final, Owens dan Long bersaing dengan ketat dan mendapat apresiasi tinggi dari penonton. Setiap kali Long menyamai lompatan Owens, publik Jerman langsung berteriak kegirangan.

Namun, Owens memang atlet yang hebat. Ia berhasil meraih kemenangan sekaligus membukukan rekor baru Olimpiade di kesempatan lompatan terakhir.

Kejutan belum berhenti sampai disitu. Di depan diktator Jerman, Adolf Hitler, dan 100 ribu penonton, orang pertama yang memberi selamat kepada Owens lagi-lagi adalah sang rival, Luz Long.

Setelah itu, Owens menyatakan bahwa persahabatan dengan Long adalah pertemanan sepanjang masa hingga sang rival terbunuh dalam pertempuran di St Pietro pada 1943. Kata-kata Owens setelah kematian Long bisa menjadi contoh persahabatan sejati.

"Kalian bisa mengambil semua medali dan trofi juara yang saya raih, namun tidak akan bisa merebut persahabatan senilai 24 karat dengan Luz Long," pungkas Owens.

Ingin tahu lebih banyak mengenai sosok Kristin Otto dan Jesse Owens? Saksikan, "Supreme Achievement" pada 5 Juli pukul 21.00 WIB hanya di ESPN.

Komentar