
Tatiana Aryasova (Getty Images)
Sial benar nasib pelari asal Rusia, Tatiana Aryasova. Akibat terbukti menggunakan doping saat tampil di perlombaan lari maraton Tokyo pada 2011, gelar Aryasova akhirnya dicopot.
Dalam lomba yang diadakan di Tokyo pada 27 Februari 2011 itu, Aryasova mampu finis tercepat dengan catatan waktu dua jam, 27 menit, 29 detik. Namun, setelah lomba Aryasova harus menjalani pemeriksaan doping.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa di dalam kandungan urin Aryasova terbukti positif mengandung hydroxyethyl starch (HES), carian sintesis yang mengandung psikotropika. Berdasarkaan berita yang dirilis AP, Kamis (26/1), penemuan itu membuat gelar yang telah diraih Aryasova langsung dicopot oleh penyelenggara lomba, Tokyo Marathon Foundation.
Asosiasi Atletik Dunia (IAAF) langsung menjatuhi hukuman bagi Aryasova berupa larangan tampil di semua lomba atletik dalam waktu dua tahun. IAAF masih menunggu permintaan banding Aryasova hingga akhir pekan ini.
Dengan dicabutnya gelar Aryasova maka membuat pelari Jepang, Noriko Higuchi, yang finis di urutan kedua otomatis akan naik menjadi juara sedangkan pelari Rusia lainnya, Tatyana Petrova yang masuk finis ketiga naik menjadi runner-up.