
Mark Webber, kemenangan di Silverstone. (Andrew Hone/Getty Images)
Kemenangan Mark Webber di GP Inggris, dari berbagai sisi, adalah tipikal dia. Tidak terlalu dramatis, tidak tampil belagu, tanpa kesalahan, hanya sebuah rencana yang dieksekusi dengan tepat menjadi sebuah kemenangan – dengan bonusnya adalah kontrak baru musim depan.
Kemenangan itu juga membuat Webber mendekati poin pimpinan klasemen Fernando Alonso. Bagaimanapun, walau kedodoran menjelang finis dan harus puas di posisi kedua, pebalap Ferrari itu pastilah terkejut sekaligus senang dia masih berada di atas para pebalap lain selepas balapan di Silverstone.
Ketika saya yakinkan ke Alonso bahwa kalau menang lagi di Silverstone maka itu tak akan jadi kejutan seperti pada 2011, saya ditertawai sebelum keluar jawaban: “Memang sih, setiap kemenangan yang saya raih bersama Ferrari belakangan ini selalu dianggap kejutan.”
Alonso nyaris memenangi dua balapan GP Inggris secara beruntun. Performanya di babak kualifikasi Sabtu sungguh spektakuler dan hanya ban yang sudah aus yang menggagalkannya memenangi balapan hari Minggu.
Manajemen penggunaan ban sekali lagi terbukti jadi kunci sukses, yang membuat para pebalap papan atas kerap gagal karenanya. Akan tetapi, cuaca Inggris yang berubah-ubah juga bisa jadi penyebab.
Hujan amat lebat selama hari Jumat membuat tim kehilangan kesempatan menggunakan ban kering. Di saat mereka memaksimalkan satu jam free practice Sabtu mereka menebak akan seperti apa cuaca nanti dan mereka yang salah adalah McLaren dan Mercedes.
Teori mengatakan bahwa semua pebalap tak bisa menjaga ban mereka pada performa optimal di suhu tertentu, mobil McLaren dan Mercedes terlihat kewalahan karena performa ban mereka cepat sekali menurun. Patut juga dicatat bahwa Button dan Rosberg, yang memiliki gaya membalap halus, tak mampu mengantisipasi kondisi trek yang berubah-ubah, begitu pun dengan Hamilton dan Schumacher yang lebih agresif.
Di awal lomba dan setelah pit stop pertama masing-masing, Button dan Rosberg kesulitan mendapatkan panas yang cukup buat ban Pirelli mereka untuk menghasilkan grip optimal yang konsisten. Lalu, karena temperatur trek meninggi selama lomba, karakteristik pengendalian mobil berubah lagi.
Sementara itu, Alonso tetap agresif dalam mengatasi mobil yang sulit dikendalikan. Setelah performa jelek mereka belakangan ini, Ferrari mungkin bisa dimaafkan karena terlalu percaya diri di Kanada. Mungkin waktu itu Alonso terlalu kencang menggeber mobilnya sehingga ban lebih cepat aus.
Seperti di Kanada saat balapan hampir habis ban di mobil Ferrari terlihat kacau. Tiga lap menjelang finis di GP Inggris pun sama, Alonso tahu dia dalam kesulitan dan tak perlu menahan Webber yang terus memburunya.
Dalam hitungan Alonso, pebalap Red Bull itu bisa menang dan mendapat 25 poin. Tempat kedua meraih 18 poin dan itu masih cukup bagi Alonso untuk memimpin klasemen.
Webber sendiri menambah daftar kemenangannya di GP Inggris 2010 dengan sebuah peraihan hebat. Sejak start, Webber tak mau terlalu bernafsu, dia hanya menjaga kecepatan secukupnya untuk tetap ada di belakang Alonso dan di depan sekumpulan pebalap lain. Penghematan bannya bagus dan yang terpenting strateginya bersama tim sebelum lomba berjalan sempurna.
Itu memang balapan sempurna baginya dan yang lebih penting, selama akhir pekan Webber lebih cepat dari rekan setimnya, Vettel. Perlu juga dicatat bahwa hari Selasa berikutnya, pebalap Australia itu mengumumkan perpanjangan kontraknya dengan Red Bull untuk musim 2013.
Seseorang berharap pada Mark, bahwa dia akan mendapat kenaikan gaji bila menjadi juara dunia tahun ini. Pasar taruhan menjagokan perseteruan antara Ferrari dan Red Bull lagi dan bila Webber tetap dingin seperti ini penampilannya, dialah, dan bukan Vettel, yang akan menjadi penantang kuat Alonso untuk meraih titel.
| Pos | Pembalap | Tim | Nilai |
|---|---|---|---|
| 1 | Sebastian Vettel | Red Bull | 89 |
| 2 | Kimi Raikkonen | Lotus | 85 |
| 3 | Fernando Alonso | Ferrari | 72 |
| 4 | Lewis Hamilton | Mercedes | 50 |
| 5 | Felipe Massa | Ferrari | 45 |
| 6 | Mark Webber | Red Bull | 42 |
| 7 | Paul Di Resta | Force India | 26 |
| 8 | Romain Grosjean | Lotus | 26 |
| 9 | Nico Rosberg | Mercedes | 22 |
| 10 | Jenson Button | McLaren | 17 |
| 11 | Sergio Perez | McLaren | 12 |
| 12 | Daniel Ricciardo | Toro Rosso | 7 |
| 13 | Adrian Sutil | Force India | 6 |
| 14 | Nico Hulkenberg | Sauber | 5 |
| 15 | Jean Eric Vergne | Toro Rosso | 1 |
| 16 | Max Chilton | Marussia | 0 |
| 17 | Jules Bianchi | Marussia | 0 |
| 18 | Charles Pic | Caterham | 0 |
| 19 | Valtteri Bottas | Williams | 0 |
| 20 | Pastor Maldonado | Williams | 0 |
| 21 | Giedo van der Garde | Caterham | 0 |
| 22 | Esteban Gutierrez | Sauber | 0 |
| Pos | Konstruktor | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | Red Bull/Renault | 131 |
| 2 | Ferrari | 117 |
| 3 | Lotus/Renault | 111 |
| 4 | Mercedes | 72 |
| 5 | Force India/Mercedes | 32 |
| 6 | McLaren/Mercedes | 29 |
| 7 | Toro Rosso/ Ferrari | 8 |
| 8 | Sauber/Ferrari | 5 |
| 9 | Williams/Renault | 0 |
| 10 | Marussia/Cosworth | 0 |
| 11 | Caterham/Renault | 0 |
17 Maret - GP Australia, Albert Park
24 Maret - GP Malaysian, Sepang
14 April - GP Cina, Shanghai
21 April - GP Bahrain, Bahrain
12 Mei - GP Spanyol, Catalunya
26 Mei - GP Monaco, Monte Carlo
9 Juni - GP Kanada, Montreal
30 Juni - GP Inggris, Silverstone
7 Juli - GP Jerman, Nurburgring
28 Juli - GP Hongaria, Hungaroring
25 Agustus - GP Belgia, Spa-Francorchamps
8 September - GP Italia, Monza
22 September - GP Singapura, Marina Bay
6 Oktober - GP Korea, Yeongam
13 Oktober - GP Jepang, Suzuka
27 Oktober - GP India, Buddh
3 November - GP Abu Dhabi, Yas Marina
17 November - GP AS, Circuit of the Americas
24 November - GP Brasil, Sao Paulo
HASIL GP SPANYOL
Sirkuit Catalunya, 66 Lap
1. F. Alonso/Ferrari-Ferrari 1:39:16.596
2. K. Raikkonen/Lotus-Renault +00m 09.3
3. F. Massa/Ferrari-Ferrari +00m 26.0
4. S. Vettel/Red Bull-Renault +00m 38.2
5. M. Webber/Red Bull-Renault +00m 47.9
6. N. Rosberg/Mercedes-Mercedes +01m 08.0
7. P. di Resta/Force India-Mercedes +01m 08.9
8. J. Button/McLaren-Mercedes +01m 19.5
9. S. Perez/McLaren-Mercedes +01m 21.7
10. D. Ricciardo/Toro Rosso-Ferrari +1 lap
11. E. Gutierrez/Sauber-Ferrari +1 lap
12. L. Hamilton/Mercedes-Mercedes +1 lap
13. A. Sutil/Force India-Mercedes +1 lap
14. P. Maldonado/Williams-Renault +1 lap
15. N. Hulkenberg/Sauber-Ferrari +1 lap
16. V. Bottas/Williams-Renault +1 lap
17. C. Pic/Caterham-Renault +1 lap
18. J. Bianchi/Marussia-Cosworth +2 lap
19. M. Chilton/Marussia-Cosworth +2 lap
Gagal Finis
Vergne/Toro Rosso-Ferrari 52 lap
G. van der Garde/Caterham-Renault 21 lap
R. Grosjean/Lotus-Renault 8 lap
Fastest lap:
E. Gutierrez/Sauber-Ferrari 1:26.217 lap 56