
DeAndre Jordan, happy di Clippers. (Getty Images)
Tim mana yang diprediksi menguasai trofi Larry OBrien di NBA musim 2011/12? Ternyata tiga tim legenda masih di papan atas. Miami Heat, LA Lakers, dan Chicago Bulls.
Heat, di bursa taruhan Las Vegas, di puncak dengan perbandingan 5:2. Di peringkat kedua adalah Lakers dengan 11:2. Pada peringkat ketiga, LA Clippers hadir dengan 13:2. Bagaimana dengan juara bertahan Dallas Mavericks? Mavs yang sedang bangkit ini di urutan ke 6 dengan perbandingan 8:1.
Melihat komposisi yang dimiliki, Heat memang pantas diunggulkan. Tim ini memiliki trio paling solid: Dwyane Wade, LeBron James, dan Chris Bosh. Mereka juga mempunyai back up defender Shane Battier. Ada juga shooter legit Mike Miller.
Anda pasti terkejut, mengapa justru Heat kalah dalam tiga tandang ke Barat lawan Golden State Warriors (106-111 OT), LA Clippers (89-95 OT), dan Denver (104-117). Kelelahan dan konsentrasi menjadi penyebab utama. Gengsi juga menjadi alasan tim-tim underdog berlomba-lomba menggempur Heat.
Tengoklah saat Heat bertandang ke Atlanta yang harus diselesaikan dalam 3 kali perpanjangan waktu, sebelum akhirnya Heat membawa kemenangan. Juga, bagaimana gembiranya manajemen LA Clippers saat sukses menyudahi perlawanan Heat di Staples Center dengan 95-89. Chris Paul hadir sebagai pemenang atas sahabatnya, LeBron James, dengan 27 angka 11 assist 6 reboun dengan hanya 1 kesalahan (turnover) saja.
CP3, panggilan akrab Chris Paul, memang hebat. Di depan para sahabatnya, ia adalah sosok tak mau kalah. Usai menjinakkan LeBron dan Heat, CP3 ganti mempermalukan Kobe di derby of Los Angeles, 102-94. Dengan perolehan 33 pts 6 assist, CP3 menenggelamkan Kobe Bryant, sahabatnya, yang malam itu mengemas 42 angka.
CP3 membuat segalanya mudah. Itu komentar Blake Griffin, big man Clippers, yang dimanja dengan alley op Paul saat membuat angka lewat slam dunk.
Satu lagi yang dimudahkan oleh CP3 adalah DeAndre Jordan. Aslinya, DeAndre sudah dikontrak Golden State Warriors senilai US$ 43 juta untuk 4 tahun. Namun karena Jordan adalah unrestricted free agent, Clippers bisa menyamai kontrak itu dan DeAndre pun terpaksa bertahan di Clippers.
Statistik Naik
Dengan rataan statistik 7,1 pts dan 7,2 rebound, apakah pantas Clippers memberikan kontrak tinggi USD 10 juta per musim? Dari situs HoopData, statistik 65% field goal DeAndre didapat dari assist. Sedangkan dari data Synergy Sports Tech, ternyata 30% dari field goal DeAndre adalah hasil put-back dari offensive rebound yang diperoleh DeAndre atas usaha sendiri.
Dari data juga, 95% total offense DeAndre datang dari umpan rekan setim, atau ia memanfaatkan second chance. Jadi, praktis DeAndre hanya membuat 12 field goal di musim lalu dari 234 field goal made, dari drive sendiri maupun gerakan post up.
DeAndre sebenarnya memiliki tembakan bagus. Ia memiliki field goal 69% musim lalu, lewat umpan yang dibuat trio guard Mo Williams, Eric Gordon (sudah ke Hornets), dan Eric Bledsoe.
Bagaimana dengan kehadiran Chris Paul? Di musim ini, DeAndre sudah mencetak 26 dari 39 field goal. Separuh dari total 61 rebound, adalah offensive rebound. Peningkatan ini membuat ia menjadi senjata menakutkan Clippers.
Sayangnya, hari ini muncul berita besar bahwa Dwight Howard (Orlando) berminat bermain di Clippers bersama CP3 dan Blake Griffin. Howard merilis 4 tim yang ingin ia perkuat pasca All-Star 2012 yakni Lakers, Dallas, Nets, dan Clippers. Agen Howard pun sudah mengantungi izin untuk negosiasi dengan Clippers.
Jika Clippers benar-benar sukses melobi Howard, pasti akan ada pemain yang pergi. Salah satunya kemungkinan besar DeAndre Jordan. Ditambah beberapa pemain seperti Mo Williams dan Bledsoe, DeAndre adalah barter yang impas.
Jika transaksi Clippers – Magic terjadi untuk Howard, itu adalah malapetaka bagi DeAndre. Momentum yang bagus bersama CP3 akan lenyap begitu saja. Sebab CP3 dan Chauncey Billups adalah true leader di lapangan saat Clippers bertanding.
Terus bermain bersama CP3 dan Billups adalah berkah tak ternilai dalam karier basket DeAndre.