22 November 2014
SCORE UPDATE
  • AFF CUP :
    VIETNAM (2) VS (2) INDONESIA
  • AFF CUP :
    FILIPINA (4) VS (1) LAOS
  • LIGUE 1 :
    LILLE (-) VS (-) EVIAN THONON GAILLARD
  • LIGUE 1 :
    BASTIA (-) VS (-) LYON
  • LIGUE 1 :
    METZ (-) VS (-) PARIS SAINT GERMAIN
  • PREMIER LEAGUE :
    STOKE CITY (-) VS (-) BURNLEY
  • PREMIER LEAGUE :
    NEWCASTLE UNITED (-) VS (-) QUEENS PARK RANGERS
  • PREMIER LEAGUE :
    MANCHESTER CITY (-) VS (-) SWANSEA CITY
  • PREMIER LEAGUE :
    LEICESTER CITY (-) VS (-) SUNDERLAND
  • PREMIER LEAGUE :
    EVERTON (-) VS (-) WEST HAM UNITED
  • PREMIER LEAGUE :
    CHELSEA (-) VS (-) WEST BROMWICH ALBION
  • LA LIGA :
    ATLETICO MADRID (-) VS (-) MALAGA
  • LA LIGA :
    ATHLETIC BILBAO (-) VS (-) ESPANYOL
  • BUNDESLIGA :
    SCHALKE 04 (-) VS (-) WOLFSBURG
  • BUNDESLIGA :
    PADERBORN (-) VS (-) BORUSSIA DORTMUND
  • BUNDESLIGA :
    MAINZ 05 (-) VS (-) FREIBURG
  • BUNDESLIGA :
    HANNOVER 96 (-) VS (-) BAYER LEVERKUSEN
  • BUNDESLIGA :
    BORUSSIA MONCHENGLADBACH (-) VS (-) EINTRACHT FRANKFURT
  • BUNDESLIGA :
    BAYERN MUENCHEN (-) VS (-) HOFFENHEIM
  • UJI COBA :
    ITALIA (1) VS (0) ALBANIA
  • UJI COBA :
    IRLANDIA (4) VS (1) AMERIKA SERIKAT
  • UJI COBA :
    PRANCIS (1) VS (0) SWEDIA
  • UJI COBA :
    AUSTRIA (1) VS (2) BRASIL
  • UJI COBA :
    ARGENTINA (0) VS (1) PORTUGAL
  • UJI COBA :
    SPANYOL (0) VS (1) JERMAN
  • UJI COBA :
    SKOTLANDIA (1) VS (3) INGGRIS
  • UJI COBA :
    JEPANG (2) VS (1) AUSTRALIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP H :
    ITALIA (1) VS (1) KROASIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP H :
    BULGARIA (1) VS (1) MALTA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP H :
    BULGARIA (1) VS (1) MALTA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP H :
    AZERBAIJAN (0) VS (1) NORWEGIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP B :
    ISRAEL (3) VS (0) BOSNIA-HERZEGOVINA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP B :
    SIPRUS (5) VS (0) ANDORRA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP B :
    BELGIA (0) VS (0) WALES
  • KUAL. EURO 2016 GRUP A :
    TURKI (3) VS (1) KAZAKHSTAN
  • KUAL. EURO 2016 GRUP A :
    REP. CESKA (2) VS (1) ISLANDIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP A :
    BELANDA (6) VS (0) LATVIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP G :
    MONTENEGRO (1) VS (1) SWEDIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP G :
    MOLDOVA (0) VS (1) LIECHTENSTEIN
  • KUAL. EURO 2016 GRUP G :
    AUSTRIA (1) VS (0) RUSIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP E :
    SWISS (4) VS (0) LITHUANIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP E :
    SAN MARINO (0) VS (0) ESTONIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP E :
    INGGRIS (3) VS (1) SLOVENIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP C :
    MASEDONIA (0) VS (2) SLOVAKIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP C :
    SPANYOL (3) VS (0) BELARUSIA
  • KUAL. EURO 2016 GRUP C :
    LUKSEMBURG (0) VS (3) UKRAINA
Fenomena Klub Degradasi dan Promosi di Inggris
Sabtu, 27 April 2013 | 13:09 WIB
Matthew Lewis/Getty Images
Cardiff City

Selamat kepada Cardiff City untuk promosi mereka ke Premier League dan tentu untuk menjadi juara nPower Championship. Sepertinya Hull City akan kembali ke Premier League dengan memenangi satu dari dua pertandingan tersisa. Ini akan menjadi kedua kalinya untuk The Tigers berada di divisi teratas setelah absen dua tahun.

Bagi Cardiff ini akan menjadi yang pertama kali merasakan Premier League dan akan menjadi tim yang ke-46 setidaknya untuk satu musim. The Blue Birds memiliki sejarah besar di Old First Division yaitu pada 1920-an, 1950-an, dan awal 1960-1n.

Akan tetapi apa yang diperlukan klub untuk bisa promosi? Apa yang diperlukan tim untuk bertahan di divisi teratas? Bagaimana bisa tim terdegradasi dan kembali lagi?

Yang lebih luar biasa untuk Cardiff adalah lima tahun silam mereka menjadi finalis yang dikalahkan di FA Cup oleh gol Nwanko Kanu untuk Portsmouth. Kubu The Welsh saat itu bermain di Championship, sementara Portsmouth menjadi lawan yang memiliki nama, menikmati masa di Premier League di bawah asuhan Harry Redknapp.

Sekarang ini, Pompey degradasi ke League 2, yang berarti tiga kali degradasi dalam empat musim. Bayangkan ramalam masa depan dengan prediksi tersebut lima tahun lalu.

Mengapa beberapa klub mengalami degradasi dalam beberapa tahun? Leeds United, Southampton, Norwich, Charlton, Coventry, dan Nottingham Forest adalah tim-tim yang langsung muncul di benak.

Lalu juga ada mantan klub Premier League yang berjuang di Championship. Barnsley berada di zona degradasi, sama seperti Wolves. Sementara itu Blackburn dua poin dari posisi aman.

Dari 45 klub yang pernah bermain di Premier League, 18 darinya sekarang di Championship, lima di League One, satu di League Two, dan satu tim ditutup. Ada beberapa klub yang merasakan Premier league hanya untuk satu musim: Barnsley, Blackpool, Burnley, dan Swindon. Smenetara itu Crystal Palace merasakan empat musim di divisi teratas.

Apakah tim yang kemudian degradasi setelah berada di Premier League memiliki persamaan?

Portsmouth memiliki masalah keuangan, ini berarti mereka harus menjual pemain terbaiknya dan yang memiliki gaji tertinggi. Pemain seperti Peter Crouch, Sylvain Distin, dan Glen Johnson tidak lagi dalam genggaman. Ketika Pompey berada di divisi teratas mereka tidak mampu membayar tagihan gaji dan menerima penalti sembilan poin. Setelah degradasi ada masalah keuangan yang lebih. Ini berarti mencakup ke administrasi dan kejatuhan dimulai.

Norwich City adalah tim lain yang pernah berada di Premier League dan beberapa musim kemudian berada di League One. Musim pertama The Canaries di Championship, mereka berharap dapat kembali ke divisi teratas dengan cepat. Pada musim panas terjadi beberapa transfer dan mereka hanya dapat berada di posisi kedelapan. Pemain-pemain kunci meninggalkan klub termasuk Robert Green dan meski memiliki awal musim yang solid, Manajer Nigel Worthington dipecat. Inkonsistensi membuat mereka finis di posisi 16 pada 2006/07 dan kembali mereka menjual pemain terbaiknya untuk membuat keuangan seimbang. Musim berikutnya berada di posisi 17 dan dengan dewan direksi yang baru, klub membeli beberapa pemain bernama cukup besar dalam upaya kembali ke Premier League. Bagaimana pun finis di posisi 22 berarti ke League One untuk pertama kalinya selama 49 tahun. Muncul pergantian manajer-manajer dan tim dengan sedikit persatuan menyebabkan degradasi satu demi satu.

Degradasi Southampton terjadi karena masalah di luar lapagan yang mempengaruhi performa tim. Perselisihan di tingkat dewan direksi untuk beberapa musim dan perubahan kepemilikan tidak dapat membantu permasalahan. Lalu mereka menjual pemain bertalenta macam Gareth Bale, Theo Walcott, dan Kenwyne Jones. Kegagalan menjual pemain-pemain ini membuat klub bermasalah dan mendapatkan penalti 10 poin lalu degradasi ke League One. Masalah keuangan dan kekacauan di dewan klub yang menyebabkan kejatuhan Southampton.

Charlton mengalami hal serupa dengan rumor pengambil alihan sepanjang musim setelah mereka degradasi. Charlton memiliki hutang dan sekali lagi terpaksa harus menjual pemain-pemain terbaiknya. The Addicks kemudian mengalami degradasi yang kedua kalinya dalam dua tahun setelah pada awal musim mereka berinvestasi untuk memperkuat skuad tim.

Sheffield Wednesday adalah klub lain yang mengalami ketidakberuntungan untuk kembali ke Premier League menyusul penurunan karena utang dan serangkainan manajer yang menangani tim.

Sheffield United mengikuti jejak yang sama. Degradasi dari BPL (Saga Carlos Tevez dan lainnya), ada serangkaian manajer yang melihat kenaikan tagihan gaji berkaitan dengan kualitas di lapangan, menguabah arah tim. Lima tahun setelah promosi ke Premier League, pada 2011/12 Blades bermain di League One.

Jadi tim mana yang degradasi musim lalu dari Premier league dan yang berjuang di Championship sekarang? Masalah Blackburn sepertiya mudah terdeteksi. Perubahan manajerial dan ketidakpastian dewan klub berpengaruh ke pemain. Gaji Rovers keluar kendali karena mereka memiliki skuad dengan gaji tertinggi di Championship. Pemilik klub berharap investasi yang besar di skuad dapat membuat mereka kembali tetapi ternyata tidak berfungsi demikian.

Wolverhampton Wanderers sekarang ini berjuang dan menunjuk Dean Saunders tahun ini. Kita dapat melihat perubahan manajer bukan sesuatu yang bagus dilakukan. Saunders merupakan pelatih keempat dalam 12 bulan. Wolves juga belanja besar pada musim panas tetapi ini diimbangi penjualan dua pemain terbaik mereka, Steven Fletcher dan Matt Jarvis.

Tampak ada pola di sini yang semua menunjuk kepada kesederhanaan sifat manusia.

Kekacauan di dewan klub mempengaruhi performa di lapangan. Coba bayangkan bila manajer atau pemilik tidak tahu masa depannya, mengapa harus bekerja? Ini sifat manusia.

Serangkain manajer tidak dapat membantu membangkitkan tim. Terkadang seorang bos baru menjadi katalis untuk memperbaiki hasil. Contohnya Paolo Di Canio di Sunderland. Akan tetapi tren sebuah tim jatuh dari satu divisi ke yang berikutnya adalah karena mereka memiliki serangkaian manajer.

Pemecahan masalah dengan membeli pemain tidak dapat bekerja dengan baik. Pola yang dapat kita lihat adalah tim yang mengeluarkan banyak uang untuk kembali ke Premier League justru akan menderita. Bayangkan Anda berada di perusahaan untuk beberapa tahun dan bekerja keras, mungkin hasil yang diinginkan tidak datang. Lalu perusahaan Anda membawa beberapa orang penting, yang dibayar lebih dari Anda, untuk membantu masalah yang terjadi. Terlalu banyak tokoh penting dan udara kekesalan yang terjadi di antara pekerja yang memiliki bayaran tinggi ini bisa membuat masalah semakin menumpuk.

Apa yang tampaknya bekerja di dalam sepak bola adalah ketahanan dan manajemen yang baik. untuk mendapatkan yang terbaik dari sekelompok pemain, skuad harus mampu untuk menyatu dan memiliki tujuan yang sama. Pemilik, anggota dewan dan staf harus berpikir seperti jam dan setiap perbedaan pendapat dari jajaran harus secepatnya ditangani.

Jadi jangan khawatir tim Anda degradasi. Kehidupan di Championship bisa menyenangkan. Kehidupan di Championship dapat melihat banyak W. Kehidupan di Championship dapat semudah mengandalkan sifat manusia untuk kembali ke divisi teratas dengan kebutuhan belanja yang besar. Ketika berada di Premier League, itu teka-teki yang berbeda sama sekali.

Andy Penders adalah presenter sepak bola di FOX SPORTS.



Penulis

Sumber

: Andy Penders

:

Berita Terkait
  • Komentar

KOLOM

KLASEMEN LIGA

  • No
  • Team
  • M
  • M
  • S
  • K
  • SG
  • N
1 Chelsea 11 9 2 0 28-11 29
2 Southampton 11 8 1 2 23-5 25
3 Man. City 11 6 3 2 22-12 21
4 Swansea 11 5 3 3 15-11 18
5 West Ham 11 5 3 3 19-14 18
6 Arsenal 11 4 5 2 19-13 17
7 Man. United 11 4 4 3 17-14 16
8 Newcastle 11 4 4 3 13-15 16
9 Stoke 11 4 3 4 12-13 15
10 Everton 11 3 5 3 20-18 14
11 Liverpool 11 4 2 5 14-15 14
12 Tottenham 11 4 2 5 14-16 14
13 West Brom 11 3 4 4 13-15 13
14 Sunderland 11 2 6 3 12-19 12
15 Aston Villa 11 3 2 6 5-16 11
16 Hull 11 2 5 4 13-15 11
17 C. Palace 11 2 3 6 14-20 9
18 Leicester 11 2 3 6 11-18 9
19 QPR 11 2 2 7 11-22 8
20 Burnley 11 1 4 6 6-19 7