About Us | Ad Info | Mobile: m.bolanews.com

Home | Motorsport | Formula 1 | Tiru Saja, Daripada Protes

Tiru Saja, Daripada Protes

Font size: Decrease font Enlarge font
image
McLaren MP4-25. (Getty Images)

Setelah technical delegate FIA menyatakan bahwa rancangan sistem aerodinamika McLaren yang kontroversial sah dan tidak melanggar peraturan, tim lain mulai berpikir untuk meniru. Tampaknya ini pilihan paling logis ketimbang memprotes.

Corong udara di atas kokpit mobil McLaren MP4-25 yang disinyalir mempengaruhi aliran udara yang mengarah ke sayap belakang dan membantu sayap belakang berada dalam kondisi stall (kehilangan tahanan dan gaya tekan), adalah subyek kontroversi di antara tim. Sebagian pengamat menyebutkan rancangan tersebut sebagai interpretasi brilian dari tim aerodinamika McLaren. Dengan sayap belakang berada dalam kondisi stall, maka mobil akan melaju lebih kencang saat di trek lurus.

Cara kerja rancangan ini sendiri dari sisi teori aerodinamika sangat rumit. Bermula dari solusi cerdas McLaren dan Sauber yang memakai rancangan sayap belakang berongga di elemen sayap bagian atas. Rongga ini berfungsi mengalirkan udara tambahan yang dialirkan dari airbox melalui bodyworks yang disebut shark fin di atas tutup mesin. Rongga ini seperti menjadi elemen sayap ketiga yang membuat aliran udara di sekitar sayap belakang menempel (attached) dengan sayap sehingga downforce dan drag berfungsi optimal.

Sistem ini sendiri dikembangkan McLaren agar bisa dikendalikan oleh pembalap. Caranya dengan corong udara tadi. Saat melaju di trek lurus, pembalap menginjak lubang corong dari dalam kokpit sehingga aliran udara yang seharusnya mengalir ke kokpit dan diteruskan ke airbox untuk memfungsikan elemen sayap ketiga, dihambat. Akibatnya, aliran udara langsung melintas ke arah pendingin girboks dan merusak aliran udara dari airbox. Rongga di elemen sayap kedua menjadi tidak berfungsi dan terjadilah kondisi sayap belakang stall. Kondisi inilah yang membantu mobil menambah kecepatan di trek lurus.

Protes tim lain, dimotori Red Bull, adalah berdasar pada pengendalian yang dilakukan oleh pembalap. Mereka percaya sistem aerodinamika yang dikendalikan oleh pembalap adalah terlarang. Namun, FIA berpendapat lain karena titik tolak mereka adalah tidak adanya perangkat aerodinamika bergerak yang terpasang di badan mobil, sehingga sistem ini dianggap sah.

"Kami akan memasangnya dan membuat versi kami sendiri. Meski situasinya belum jelas, tapi kami telah mendapat klarifikasi dari FIA tentang bagaimana anggapan mereka, jadi kami akan mengikutinya. Sebelumnya kami tidak paham bagaimana sistem tersebut bekerja. Tapi kini kami sudah mengerti," sebut Ross Brawn, bos tim Mercedes GP.

Jika Brawn terlihat santai, bos teknis Lotus, Mike Gascoyne, tetap menganggap sistem tersebut sebetulnya illegal. Pasalnya, meski tidak ada perangkat aerodinamika yang bergerak, konfigurasi aerodinamika mobil telah berubah dan ini seharusnya termasuk interpretasi pada peraturan perangkat aerodinamika bergerak.

"Semua orang akan mencoba dan melakukannya, dan akhirnya tidak ada yang diuntungkan. Kami akan mencoba dan menghabiskan banyak uang, tapi untuk apa? Ini hanya berharga 0,2 atau 0,3 detik dan semua melakukannya, jadi hanyalah buang-buang waktu," sergah Gascoyne.

Bookmark and Share

Subscribe to comments feed Comments (0 posted):

total: | displaying:

Post your comment comment

Please enter the code you see in the image:

  • email Email to a friend
  • print Print version
  • Plain text Plain text

Tags

No tags for this article

Rate this article

0

DATA - FAKTA

 HASIL LOMBA 
GP JERMAN, Hockenheim (67 lap)
1. Fernando Alonso/Ferrari 1:27:38,864
2. Felipe Massa/Ferrari +00:04,1
3. Sebastian Vettel/Red Bull +00:05,1
4. Lewis Hamilton/McLaren +00:26,8
5. Jenson Button/McLaren +00:29,4
6. Mark Webber/Red Bull +00:43,6
7. Robert Kubica/Renault +1 lap
8. Nico Rosberg/Mercedes +1 lap
9. Michael Schumacher/Mercedes +1 lap
10. Vitaly Petrov/Renault +1 lap
11. Kamui Kobayashi/BMW Sauber +1 lap
12. Rubens Barrichello/Williams +1 lap
13. Nico Hulkenberg/Williams +1 lap
14. Pedro de la Rosa/BMW Sauber +1 lap
15. Jaime Alguersuari/Toro Rosso +1 lap
16. Vitantonio Liuzzi/Force India +2 lap
17. Adrian Sutil/Force India +2 lap
18. Timo Glock/Virgin +3 lap
19. Bruno Senna/HRT +4 lap

Tidak Finis:
Heikki Kovalainen/Lotus 56 lap
ucas di Grassi/Virgin 50 lap
Sakon Yamamoto/HRT 19 lap
Jarno Trulli/Lotus 3 lap
Sebastien Buemi/Toro Rosso 0 lap

Fastest lap:
Sebastian Vettel 1:15,824 (lap 67)

KLASEMEN PEMBALAP SEMENTARA
SERI KE-11 DARI 19
No. Pembalap Tim Poin
1. L. Hamilton McLaren 157
2. J. Button McLaren 143
3. S. Vettel Red Bull 136
4. M. Webber Red Bull
136
5. F. Alonso Ferrari 123
6. N. Rosberg Mercedes 94
7. R. Kubica Renault 89
8. F. Massa Ferrari 85
9. M. Schumacher
Mercedes
38
10. A. Sutil Force India 35
11. R. Barrichello Williams
29
12.
K. Kobayashi Sauber 15
13. V. Liuzzi Force India 12
14.
S. Buemi Toro Rosso 7
15. V. Petrov Renault 7
16.
J. Alguersuari Toro Rosso 3
17. N. Hulkenberg
Williams
2
18.
J. Trulli Lotus 0
19.
P. de la Rosa Sauber 0
20.
H. Kovalainen Lotus 0
21.
K. Chandhok Hispania 0
22.
B. Senna Hispania 0
23.
T. Glock Virgin 0
24.
L. di Grassi Virgin 0

 

KLASEMEN KONSTRUKTOR SEMENTARA
SERI KE-11 DARI 19
No. Konstruktor Poin
1.
Vodafone McLaren Mercedes 300
2. Red Bull Racing 272
3.
Scuderia Ferrari Marlboro 208
4.
Mercedes GP Petronas 132
5. Renault F1 Team 96
6. Force India F1 Team 47
7. AT&T Williams 31
8. Sauber 15
9. Scuderia Toro Rosso 10
10. Lotus F1 Racing 0
11. Hispania Racing Team 0
12. USF1 Team 0
13. Virgin Racing 0

>> TIM PESERTA DAN JADWAL MUSIM 2010





Follow Us

Follow us on Twitter