|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Sang Raja Turun Tahta
Kandas sudah keinginan Roger Federer untuk menjuarai Wimbledon enam kali berturutan. Bukan itu saja, tahun ini belum satu gelar grand slam pun yang diraih pemain Swiss itu, prestasi terburuknya sejak 2003.
Adalah rival terberatnya, Rafael Nadal, yang menghentikan kejayaan Federer di Wimbledon setelah tak terbendung dalam lima tahun terakhir. Dalam sebuah drama menegangkan sepanjang lima set selama hampir 5 jam dan dua kali terpotong hujan, Rafa menjungkalkan Federer di final, Minggu (6/7). Inilah final ketiga mereka beruntun di lapangan utama kompleks All England.
"Rafa bermain fantastis. Dia layak juara," komentar Federer setelah pertandingan.
Sebulan lalu, Federer juga dikalahkan pemain Spanyol itu di final Prancis Terbuka, yang juga final ketiga mereka beruntun di Roland Garros, Paris.
Walaupun bersaing di lapangan dan saling mengalahkan di 18 pertemuan, mereka tak segan untuk saling memuji. Tak ada yang merasa yang satu lebih baik dan yang lain lebih buruk.
"Dia selalu menyulitkan saya," ujar Federer seperti dilansir Reuters.
Komentar Nadal? "Dia bermain dengan istimewa, selalu bagus, sangat tenang. Kadang bingung juga melihat penampilannya."
Menurut Federer, sebenarnya tak ada di antara mereka yang lebih baik atau jelek.
"Siapa pun yang mengalahkan saya atau Rafa di final grand slam, maka dia layak juara. Mengalahkan rival utama selalu sangat menyenangkan," jelas Federer, yang belum berhasil menambah koleksi 12 gelar grand slam-nya, meski tetap bernafsu untuk mematahkan rekor 14 gelar milik Pete Sampras.
Dengan demikian, Federer belum bisa melewati pencapaian legenda Swedia, Bjorn Borg, yang juga juara lima kali beruntun (1976-80). Dalam sejarah, baru satu orang yang bisa juara enam kali berturutan di Wimbledon, yakni William Renshaw (1881-86).
Namun, yang jelas, persaingan di lapangan tak membuat hubungan Federer-Nadal di luar buruk, meski tak bersahabat dekat. Keduanya saling bercakap-cakap jika bertemu di ruang ganti, terutama soal sepakbola. Tahun lalu Federer juga pernah memberi tumpangan di jet pribadinya saat Nadal sulit mendapat tiket dari Montreal, Kanada, ke Ohio, AS. Sebuah bukti bahwa urusan di dalam dan luar lapangan berbeda.
Dominasi Williams
Di bagian putri, Williams bersaudara benar-benar menunjukkan dominasi mereka. Setelah menciptakan final sesama Williams di tunggal, Venus dan Serena juga berjaya di ganda dengan menundukkan Lisa Raymond/Samantha Stosur (AS/Australia).
Untuk final tunggal, Sabtu (5/7), sebenarnya ada kekhawatiran pertandingan kakak-adik ini telah direkayasa, terutama oleh ayah mereka, Richard Williams. Tapi, Venus, yang akhirnya keluar sebagai juara untuk kelima kali, mengaku bahwa tak ada main mata pada partai bergengsi itu.
"Dia pasti kecewa karena kalah," ujar Venus.
Selanjutnya, ia mengincar emas Olimpiade di Beijing, Cina, bulan depan. Jika mampu meraihnya, maka Venus akan mengulang prestasi tahun 2000, juara Wimbledon dan Olimpiade.
"Saya menyukai Olimpiade dan bisa mendapat emas di sana sungguh luar biasa. Mungkin artinya lebih besar daripada gelar grand slam," jelas pemain berusia 28 tahun itu.
Tapi, meski sudah lima kali juara di Wimbledon dan meraih emas Olimpiade, prestasi Serena tetap lebih lengkap karena pernah berjaya di empat macam turnamen grand slam. Sementara itu Venus belum pernah juara di Prancis Terbuka dan Australia Terbuka.
(Rahayu Widiyarti)
HASIL FINAL
----------------------------
Tunggal Putra: Rafael Nadal (Spa) vs Roger Federer (Swi) 6-4, 6-4, 6-7 (5), 6-7 (8), 9-7
Tunggal Putri: Venus Williams (AS) vs Serena Williams (AS) 7-5, 6-4
Ganda Putra: Nenad Zimonjic/Daniel Nestor (Srb/Kan) vs Jonas Bjorkman/Kevin Ullyet (Swe/Zim) 7-6 (12), 6-7 (3), 6-3, 6-3
Ganda Putri: Venus/Serena vs Lisa Raymond/Samantha Stosur (AS/Aus) 6-2, 6-2
Ganda Campuran: Bob Bryan/Samantha Stosur (AS/Aus) vs Mike Bryan/Katarina Sretbonik (AS/Slo) 7-5, 6-4
Junior
Tunggal Putra: Grigor Dimitrov (Bul) vs Henri Kontinen (Fin) 7-5, 6-3
Tunggal Putri: Laura Robson (Ing) vs Noppawan Lertcheewakarn (Tha) 6-3, 3-6, 6-1
Ganda Putra: Yang Tsung-hua/Hsieh Cheng-peng (Twn) vs Matt Reid/Bernard Tomic (Aus) 6-4, 2-6,
Ganda Putri: Polona Hercoq/Jessica Moore (Slo/Aus) vs Isabella Holland/Sally Peers (Aus) 6-3, 1-6, 6-2
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|