PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
Piala Konfederasi
Italia
Inggris
Spanyol
Jerman
Belanda
Prancis
Piala Eropa U-21
Profil
Wawancara
OLENAS
Liga Super Indonesia
Tim Nasional
OLIMPIK
Catatan Ringan
Halaman Tiga
Balap
Olimpik
Tenis
Bulu Tangkis
Bola Basket
Tinju
Galeri
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Efek Krisis Finansial
47 Mencari Rumah Baru

Setiap 30 Juni dirayakan sebagai hari “kebebasan” pesepak bola profesional. Maksud­nya, setiap pemain bakal resmi menyandang status bebas transfer sehingga lepas dari segala ikatan klub pemilik yang membelenggunya selama berkarier.

Pemain dengan label laku tentu menantikan betul datangnya tanggal tepat di paruh tahun itu. Pun mereka yang tak lagi berada satu visi dengan manajemen klub. Kepindahan ke klub pilihan bisa dilakoni dengan leluasa. Tinggal masalah gaji cocok, maka pergantian seragam bakal berjalan mulus.

Cukup banyak contoh yang bisa menggambarkan lalu lalang pemain berstatus bebas alias Bosman Ruling. Saat Michael Ballack hijrah dari Bayern Muenchen ke Chelsea misalnya atau ketika David Beckham mencoba peruntungan di LA Galaxy, saat kontraknya di Real Madrid resmi habis.

Bermodal status free-transfer, dua pemain ini sah untuk menyeberang, tanpa bisa dikenai denda berbentuk apa pun dari sang majikan. Padahal, jika dipikir secara logika, keduanya masih punya nilai jual tinggi. Paling tidak, tolok ukurnya adalah penampilan reguler mereka di level timnas.

Rabu (1/7) kemarin, LFP merilis sejumlah nama pemain klub Primera Division La Liga yang sudah resmi menyandang status “penganggur”. Ingin tahu ada berapa? Empatpuluh tujuh pemain! Sungguh ironis karena dari jumlah ini, tak ada satu pun yang dilirik klub lain.

Sebelum keran bebas transfer dibuka, malah ada lebih dari 50 pemain. Seperti Javier Barragan dan Verdu (Deportivo la Coruna), Hector Font (Osasuna), Javier Calleja dan Goitia (Malaga), Diaz de Cerio (Real Sociedad), atau Rivera (Real Betis). Seluruhnya telah berhasil mendapatkan rumah baru.

Hal kontras dialami mereka yang tergabung dalam 47 penganggur tadi. Padahal, predikat tidak laku ini tak berdasar atas kualitas buruk. Tengok saja nama-nama yang ada di sana. Mulai Sylvinho, yang baru dilepas Barcelona, hingga Fernando Morientes, yang kontraknya tak diperpanjang kubu Valencia.

Selain duet yang telah menyumbangkan deretan trofi domestik maupun regional itu, masih ada Edu (Valencia), Guille Franco (Villarreal), Salva Ballesta (Malaga), Jerzy Dudek (Madrid), Rufete dan Jonathan de Guzman (Deportivo), serta Victor Sanchez dan Javi Guerrero (Real Valladolid).

Seluruhnya sarat pengalaman dan terbukti punya abilitas tinggi dalam beradaptasi di La Liga. Satu-satunya langkah alternatif yang bisa menyelamatkan kelang­sungan karier mereka adalah kerelaan melakoni pengurangan pendapatan.

Langkah pemotongan gaji hingga 50% telah dilakoni sebagian perusahaan di Ranah Spanyol yang terpukul krisis finansial global. Sejumlah klub telah mengajukan kebijakan seperti ini kepada RFEF. Persis ketika La Liga sempat dilanda krisis pada 2005, di mana pemotongan gaji pemain berkisar antara 25% hingga 50%.

Demi melanjutkan kerja di Getafe, Belenguer setuju mengalami potongan 50% hingga paruh musim 09/10. Esteban di Osasuna dan Ricardo di Almeria juga memilih jalan ini alih-alih masuk daftar penganggur. Bagaimana dengan Moro dkk? (Sapto Haryo Rajasa)

DAFTAR 47 PENGANGGUR
----------------------------------------------------
1. Sylvinho (Barcelona) Bek Kiri
2. Del Olmo (Athletic Sayap Kanan
3. Morientes (Valencia) Penyerang
4. Curro T. (Valencia) Bek Kiri
5. Viera (Villarreal) Kiper
6. Cygan (Villarreal) Bek Tengah
7. Guille F. (Villarreal) Penyerang
8. Dudek (Real Madrid) Kiper
9. Lacruz (Espanyol) Bek Tengah
10. Rufete (Espanyol) Sayap Kanan
11. Luis Fdez. (Racing) Bek Kiri
12. Pablo Amo (Deportivo) Bek Tengah
13. Fabricio (Deportivo) Kiper
14. De Guzman (Deportivo) Gelandang
15. Seitaridis (Atletico) Bek Kiri
16. Maniche (Atletico) Gelandang
17. Leo Franco (Atlético) Kiper
18. Dorado (Mallorca) Bek Kiri
19. Rossato (Malaga) Bek Kiri
20. Cheli (Malaga) Gelandang
21. Salva (Malaga) Penyerang
22. Javier Flano (Osasuna) Bek Kiri
23. Alberto (Valladolid) Kiper
24. Vivar Dor. (Valladolid) Gelandang
25. Inaki Bea (Valladolid) Bek Tengah
26. Victor (Valladolid) Penyerang
27. Toni D. (Zaragoza) Kiper
28. L. Vallejo (Zaragoza) Kiper
29. Zaparain (Zaragoza) Kiper
30. Pignol (Zaragoza) Bek Kiri
31. C. Herrero (Zaragoza) Bek Tengah
32. Sergio S. (Sporting) Kiper
33. Neru (Sporting) Bek Tengah
34. Colin (Sporting) Bek Tengah
35. Juanito (Betis) Bek Tengah
36. Edu (Betis) Penyerang
37. Juanlu (Betis) Sayap Kanan
38. Luque (Xerez) Sayap Kanan
39. Porato (Xerez) Kiper
40. Cristo M. (Tenerife) Penyerang
41. Clavero (Tenerife) Bek Kiri
42. Oscar P. (Tenerife) Gelandang Tengah
43. Javi Guer. (Recreativo) Penyerang
44. Ersen M. (Recreativo) Penyerang
45. Zahinos (Recreativo) Gelandang Tengah
46. Quique A. (Recreativo) Bek Tengah
47. Kelemen (Numancia) Kiper


>> Kembali ke Atas



Kun Aguero
Bocah Bergaji Tertinggi

Di saat mayoritas pemuda berusia 21 tahun masih duduk di bangku kuliah, Kun Aguero sudah mengantongi gaji 5 juta euro per tahun. Berkat bayaran yang didapatnya secara reguler sebagai penyerang Atletico Madrid ini, Aguero pun layak menyandang predikat bocah bergaji tertinggi di dunia sepak bola.

Definisi bocah di sini adalah pemain yang berusia di kisaran 21 tahun. Pesaing terdekat Kun adalah Karim Benzema. Striker yang baru dibeli Real Madrid dari Olympique Lyon ini punya pendapatan 4,8 juta euro.

Dibandingkan rekan segenera-sinya yang tersebar di liga-liga besar Eropa, Kun unggul jauh. Theo Walcott di Arsenal cuma digaji 3 juta euro. Pato di AC Milan tengah mencoba menegosiasikan pemasukan dari 2 menjadi 4 juta. Di Manchester United, Anderson mendapat 1,9 juta, sedangkan Gonzalo Higuain mengoleksi 1,8 juta di Madrid.

Internazionale Milan hanya menggaji Balotelli dengan bayar-an 1,3 juta. Sementara itu, gaji Marcelo (Madrid), Bojan Krkic ( Barcelona), dan Nicklas Bendtner (Arsenal) tak sampai 1 juta euro.

Dari angka-angka ini, baru kita bisa mendapat gambaran jelas mengapa keberadaan Kun di bursa transfer hanya sebatas isu. Nyaris tak ada realisasi kontrak dalam dua musim terakhir. Bahkan hingga Atletico menyatakan bahwa pemain Argentina itu akan kembali bertahan di Vicente Calderon pada musim depan.

Pada kenyataannya, cuma (atau tepatnya baru) Atleti yang berani menggaji bocah 21 tahun dengan bayaran setara gaji Xavi, Iniesta, dan Puyol di Barca. (shr)

>> Kembali ke Atas

BERITA LAINNYA
Efek Krisis Finansial
47 MENCARI RUMAH BARU

Samuel Eto'o
LAPORTA PEMBOHONG!

Transfer Real Madrid
LE PHENOMENE KE BERNABEU

Presentasi Kaka
"BERSAMA RONALDO? TAK MASALAH!"

David Villa
MENGARAH KE CAMP NOU

Mandia Tukangi Racing
JANJIKAN HIBURAN

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC