PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
Catatan Ringan
Halaman Tiga
Balap
Bola Basket
Bulutangkis
Galeri
Olimpik
Tenis
Tinju
OLE! INTERNASIONAL
Italia
Inggris
Spanyol
Jerman
Prancis
Profil
Wawancara
Piala UEFA
Euro 2008
OLE! NASIONAL
Divisi I
PSSI
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Mario Balotelli
Il baby Fenomeno

Musim ini Inter memiliki sebuah skuad super. Sederet bintang ada di sana. Siapa sangka di saat-saat terakhir musim ini yang bisa menjadi penentu bagi La Beneamata justru pemain yang tidak terduga sebelumnya.

Mario Balotelli, merasa sudah pantas menjadi pemain utama di Inter. (Foto: Getty Images)

Dia adalah Mario Balotelli. Musim ini sebetulnya pemain yang masih berusia 17 tahun itu hanya anggota Tim Primavera. Tapi, Balotelli "naik pangkat" lebih cepat karena Inter mengalami krisis striker. Penyerang-penyerang utama I Nerazzurri bergantian cedera.

Absennya Zlatan Ibrahimovic dkk. membawa berkah bagi Balotelli. Pelatih Inter, Roberto Mancini, memberinya kesempatan tampil sebagai pemain pengganti di partai Serie A menghadapi Cagliari, 16 Desember 2007. Tiga hari kemudian, Balotelli malah tampil sebagai starter di Coppa Italia melawan Reggina.

Pemain yang sekarang punya julukan Super-Mario ini membayar kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mencetak dua gol ke gawang Reggina. Pada 30 Januari lalu, Balotelli kembali membuat dua gol di Coppa Italia, kali ini ke gawang tim kuat, Juventus!

Prestasi itu membuat pemain yang juga sangat tajam selama membela Inter U-17 dan U-20 ini kebanjiran pujian. Imbasnya ia semakin sering dijadikan Mancini sebagai starter, baik di Serie A maupun Coppa Italia.

Hingga saat ini, Balotelli sudah mengoleksi total 13 penampilan (10 di Serie A dan 3 di Coppa Italia) serta 7 gol (3 di Serie A dan 4 di Coppa Italia). Catatan itu terbilang fantastis untuk pemain yang masih berusia sangat muda.

Di saat-saat terakhir kompetisi, di mana Inter harus bersaing ketat dengan Roma untuk merebut scudetto, Mancini tidak ragu memberi kepercayaan ekstra pada Balotelli. Sejauh ini, Super-Mario belum mengecewakan.

“Merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi saya tiap kali dipercaya tampil,” ujar pemain yang juga kerap dipanggil Il Baby Fenomeno (Bayi Fenomenal) ini.

Mancini yakin keputusannya untuk memberikan peran yang besar pada Balotelli tidak salah. “Salah satu alasan mengapa Mario tampil sebagus ini adalah karena ia bisa mengatasi tekanan yang ada. Ia akan terus berkembang mengingat usianya yang masih muda. Kemampuannya sekarang belum mencapai 50 persen dari potensi maksimalnya,” ujar Mancini di situs Inter.

Kini Bernilai Tinggi

Faktor usia yang masih sangat muda dan kiprah menakjubkan di musim debutnya membuat nilai pemain bernomor punggung 45 ini langsung menjulang tinggi.

Bulan lalu, agen Mario, Corrado Balotelli, menyatakan pemain yang kini dihargai 24 juta dolar AS itu tidak ingin hanya berada di bangku cadangan Inter.

“Saya rasa Mario tidak pantas bila hanya duduk di bangku cadangan. Ia layak mendapatkan prioritas untuk tampil sebagai pemain utama,” ujar Corrado, yang juga merupakan kakak Mario, dalam situs Goal.com.

Sejumlah klub raksasa Inggris dan Spanyol sudah mulai mengintip peluang bila Inter tidak bisa memberikan apa yang diinginkan Balotelli. Sepantasnya La Beneamata berhati-hati menentukan sikap.

Tim Biru-Hitam sekarang memegang salah satu talenta paling cemerlang di sepakbola Eropa. Kalau mampu menjaganya dari godaan klub lain, kekuatan lini depan I Nerazzurri bisa terus terjamin dalam jangka waktu 10-15 tahun ke depan. (Dwi Widijatmiko/CW-4)


>> Kembali ke Atas



Warga Kelas Dua

Mario Balotelli mengaku bahwa dirinya diperlakukan selayaknya warga negara kelas dua oleh pemerintah Italia. Perasaan itu dialami ketika ia gagal mendapatkan izin untuk membela tim nasional Italia di Olimpiade Beijing 2008.

Pengadilan imigrasi Italia memutuskan Balotelli tak bisa memperoleh kewarganegaraan Italia sampai umurnya 18 tahun, bulan Agustus mendatang. Hal itulah yang membuatnya batal bergabung dengan Gli Azzurrini, yang akan berlaga di Beijing.

Kedua orangtua kandung Balotelli, Thomas dan Rose Barwuah, merupakan imigran Ghana. Baru pada umur tiga tahun ia diangkat anak oleh keluarga Balotelli.

“Peraturan tersebut sangat tidak adil dan harus segera diubah. Saya merasa diperlakukan layaknya warga negara kelas dua. Meski lahir di Italia, saya tetap belum diakui sebagai warga negara,” ujar Mario kepada Corriere dello Sport.

Wajar pemain berusia 17 tahun ini marah. Demi hasrat untuk mengenakan kaus Tim Azzurri, ia rela menolak ajakan pelatih Ghana, Claude Le Roy, untuk bergabung dengan tim nasional Ghana. Ketika itu Mario akan diikutsertakan dalam pertandingan persahabatan antara Ghana melawan Senegal di London pada 21 Agustus 2007.

“Saya lahir, besar, dan tinggal di Italia. Oleh karena itu, saya merasa kehidupan saya sudah sama seperti kebanyakan warga Italia lainnya,” ujar Mario, menyerukan keinginannya agar disamakan dengan warga Italia asli pada umumnya. (cw-4)

>> Kembali ke Atas

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC