|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Perkembangan PON XVII, Kaltim
Masih 27 Tugas Lagi
Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII, Kaltim, 6-17 Juli, tinggal 50 hari lagi. Namun, cukup banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Pengurus Besar PON XVII dan KONI sebagai koordinator plus penanggung jawab terlaksananya PON.
Dalam kondisi yang mencapai 85%, masih 27 jenis tugas yang harus diselesaikan hingga 5-7 Juni ketika geladi kotor acara pembukaan PON digelar. Tuntutan yang berisi 27 jenis tugas itu merupakan hasil kesimpulan dalam rapat koordinasi PB PON XVII bersama tim pengawas dan pengarahan dari KONI di Samarinda, Jumat lalu.
Di antara 27 jenis tugas itu, titik persoalan yang harus segera diselesaikan dalam waktu tersisa mengenai percepatan pembangunan venue, verifikasi pembiayaan, sinkronisasi penggunaan gedung, memperpendek masa waktu penetapan pemenang pelelangan peralatan pertandingan, dan perbaikan ruas jalan di antara kota-kota penyelenggara.
Hendardji Supandi selaku penanggung jawab terlaksananya PON Kaltim mengakui masih banyak kekurangan yang harus diselesaikan. “Karena masih banyak venue pertandingan yang pengerjaannya lambat, maka dibutuhkan akselerasi dan itu bisa dilakukan dengan cara menambah jumlah tenaga kerja dan juga pembenahan beberapa infrastruktur pendukung,” papar pria yang menjabat Wakil Ketua KONI ini.
Seperti yang sering diungkap, di Balikpapan, venue untuk menembak, tenis, dan dayung dinilai belum sempurna. Begitu juga gedung pertandingan beladiri dan velodrom balap sepeda di Tenggarong, Kutai Kartanegara, ataupun gedung boling yang masih menggantung.
Walau begitu, Hendardji tetap optimistis pelaksanaan PON Kaltim tidak akan mundur dari jadwal yang sudah disepakati. “PON dimulai tepat 6 Juli dan ditutup 17 Juli. Semua pertandingan akan sesuai dengan jadwal yang sudah diatur,” ujarnya.
Undang Wakil Kontingen
Meski dikejar waktu, PB PON Kaltim berusaha yakin segalanya akan berjalan sesuai program. Bahkan, menurut Hermain Okol, Wakil Ketua PB PON, pihaknya akan mengundang seluruh pemimpin kontingen peserta PON pada acara Chief de Mission Meeting, 5-7 Juni, ke Samarinda. ”Selain melihat kesiapan akhir kami sebagai tuan rumah, di akhir acara akan ada ada geladi kotor pembukaan dan penutupan PON,” ujarnya saat dihubungi di Samarinda, Rabu (14/5).
Hermain menyatakan keputusan untuk mempercepat pekerjaan venue sesuai hasil rapat koordinasi PB PON dengan tim pengawas dan pengarahan, Jumat (9/5), membuat pihaknya yakin akhir Mei semua tugas sudah diselesaikan. Bahkan, ia juga memastikan tidak ada satu pun cabang yang penyelenggaraannya digelar di luar Kaltim.
”Infrastruktur sudah mulai dibenahi, seperti perbaikan jalan penghubung antarkota penyelenggara Bontang dan Sangatta yang rusak parah. Persoalan listrik juga sudah ada perkembangan. Bahkan PLN membuat tim khusus untuk PON ini,” ujarnya. Kita tunggu lagi perkembangannya.
(Dede Isharrudin/cw-6)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|