Divisi Utama
Beda Nasib Persis dan Persema
Nasib Persis Solo makin tak menentu. Hingga beberapa pekan menjelang kompetisi divisi utama bergulir, mereka masih menghadapi persoalan krisis keuangan yang belum terselesaikan.
Bahkan karena alternatif pendanaan selain APBD belum didapat, manajemen Laskar Sambernyawa belum berani mengontrak satu pun pemain untuk menghadapi kompetisi kasta kedua tersebut.
Padahal, pelatih Eduard Tjong sudah mengajukan 24 nama pemain kepada manajemen untuk segera dinegosiasi. Waseso, manajer Persis, mengatakan ada kemungkinan Persis akan dibubarkan kalau tak segera ada solusi dari Pemkot Solo.
Tetapi, di sisi lain, Waseso, masih berharap banyak pada hasil kerja tim penggalangan dana Persis, yang dibentuk Ketua Umum Persis, F.X. Hadi Rudyatmo. “Sekarang ini kas manajemen memang kosong. Artinya tidak ada uang sepeser pun untuk merekrut pemain,” tutur Isnugroho, asisten manajer Persis.
Pada pertemuan manajer divisi utama di Jakarta, 12 Juli, Persis ditunggu BLI untuk segera mendaftarkan nama pemain. “Jika sampai jangka waktu tersebut tak ada kejelasan, otomatis hak mereka ikut kompetisi dicabut. Ini berlaku untuk semua klub,” tegas Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono.
Kondisi yang dirasakan Persis tak dialami Persema. Dukungan dana APBD Rp 10 miliar membuat tim asuhan Subangkit tersebut amat percaya diri menyongsong divisi utama.
Slogan “Persema Bangkit!” diusung manajemen yang menargetkan klub asal Malang itu promosi ke Liga Super Indonesia pada musim 2009. Karena itu, Subangkit terus mencari performa terbaik untuk mengangkat performa Kasan Soleh dkk., yang dinilai belum memuaskan.
Dalam tiga uji coba terakhir, aksi punggawa Laskar Ken Arok dinilai kurang menggigit. Mereka kalah 0-2 dari Deltras Sidoarjo serta 1-2 dari Persiba Bantul. Bahkan Persema hanya bermain imbang 1-1 lawan pendatang baru divisi utama, Persih Tembilahan.
Subangkit berencana menambah kuota pemain asing, khususnya di sektor depan, karena Cristian Lenglolo belum memiliki duet sepadan. Dua bomber asing, Nleng Mathias (Kamerun) dan Valdir Da Silva Cristaldo Junior (Brasil), tengah diseleksi.
“Kinerja lini depan perlu diperbaiki. Saya harap segera mendapatkan striker pendamping Lenglolo,” jelas Subangkit.
(yos/ning/idr)
>> Kembali ke Atas
|