Peluncuran Tim LSI
Dibayangi Banyak Persoalan
Kendati dana APBD Rp 15 miliar yang dialokasikan Deltras tak bisa dicairkan, manajemen The Lobster tetap nekat meluncurkan skuad baru. Sebanyak 26 pemain diperkenalkan dalam peluncuran bertajuk New Deltras, Kamis (3/7) di Convention Hall Sun City, Sidoarjo.
Berbeda dengan acara peluncuran Deltras sebelumnya yang jauh lebih sederhana--hanya digelar di Pendopo Alun-Alun Sidoarjo--, kali ini acara launching ditangani event organizer Keisha. Wajar kemasan acaranya pun lebih mewah.
Selain memakai panggung besar dan dilengkapi dua layar raksasa yang menampilkan profil semua pemain Deltras, juga ada band lokal dan penari seksi.
Bukan tanpa tujuan upaya itu dilakukan manajemen Deltras. Mereka ingin menanamkan kepercayaan pada pengusaha di Sidoarjo yang diundang. Maklum, setelah ada kepastian tak mendapat kucuran APBD, Deltras kini hanya mengandalkan kontribusi pengusaha lokal.
“Bukan mau mewah-mewahan. Bagaimana pun kemasan yang menarik sangat penting untuk menggaet pengusaha. Memang beda dengan sebelumnya karena kemarin belum ditangani secara profesional,” tutur Win Hendrarso, Ketua Umum Deltras.
Hajatan itu juga dihadiri tiga pemain asing yang mengadu nasib, yaitu Hugo Kortes (striker), Nnengue Bienveno (striker), dan Edegio Sergio De Oliveira Junior (gelandang). Nasib ketiganya baru ditentukan setelah Deltras beruji coba lawan Perth Glory FC.
Soal target, Deltras tak berani muluk-muluk di Liga Super Indonesia (LSI). “Untuk musim ini kami hanya ingin Deltras terhindar dari degradasi,” jelas Saiful Ilah, manajer.
Persoalan Stadion
Sementara itu, Persita juga secara resmi memperkenalkan jajaran skuadnya ke publik di Supermall Karawaci, Tangerang, Jumat (4/7). Padahal mereka belum mendapat kepastian markas tempat menggelar pertandingan kandang.
Rencana Persita menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk menggelar laga perdana melawan Arema Malang, 12 Juli terancam batal.
Gelora tak memperbolehkan Persita menyewa stadion karena sehari setelah pertandingan akan digunakan untuk perayaan Hari Koperasi. “Kami sedang mencari alternatif lain, entah di Stadion Si Jalak Harupat ataupun Stadion Siliwangi di Bandung,” ungkap Andi Mulyadi, manajer Persita.
Kondisi ini tak lantas membuat Cucu Hidayat dkk. patah arang. Mayoritas pemain Tim Pendekar Cisadane didominasi pemain muda sehingga diyakini sang ketua umum, Ismed Iskandar, bisa menjadi kuda hitam di LSI.
"Persita harus seperti Turki di Piala Eropa. Dengan skuad muda yang belum dikenal pesaing, mereka justru mampu tampil mengejutkan” ujar Ismed, yang juga Bupati Tangerang itu.
Musim ini Persita hanya mendapat anggaran APBD sebesar Rp 10 miliar. Untuk menutupi kekurangan biaya selama kompetisi berjalan, mereka dibantu topangan dana dari perusahaan lokal, Dewa Beton dan perusahaan apparel Lotto.
(Ario Yosia/cw-5/Fahrizal Arnas)
>> Kembali ke Atas
|