PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
SUPLEMEN PON XVII
Balap
Galeri
Tenis
Olimpik
OLE! INTERNASIONAL
EURO 2008
Italia
Inggris
Spanyol
Jerman
Prancis
Belanda
OLE! NASIONAL
Liga Super Indonesia
Tim Nasional
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Kasus PSMS
Sihar Jalan Terus

Dinilai ingkar janji karena membawa PSMS bermain di Jakarta dan tak memperbaiki Stadion Teladan, pemberian mandat kepada PT Togos Gopas selaku pengelola Ayam Kinantan akhirnya dicabut kembali. Pencabutan mandat itu dilakukan Ketua Umum PSMS, H. Abdillah, 4 Juli 2008 dengan nomor B/625/PSMS/VII/2008.

Dengan keluarnya surat pencabutan mandat itu berarti mulai 4 Juli 2008 pihak PT Togos Gopas tidak dibenarkan membawa nama PSMS dalam kegiatan apa pun. Segala akibat yang timbul karena itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dirut PT Togos Gopas, Sihar Sitorus.

Surat pencabutan atau pembatalan mandat itu ditembuskan kepada Ketua Umum PSSI, Ketua BLI, Ketua Pengda PSSI Sumut, Dirut PT PSMS, dan klub-klub anggota PSMS. Bersamaan pencabutan surat mandat, Abdillah juga mengeluarkan surat mandat kepada salah seorang pengurus PSMS, Hardi Mulyono, untuk melakukan gugatan hukum terhadap pihak-pihak yang telah merugikan PSMS sebagai akibat tidak ikutnya PSMS di Liga Super Indonesia 2008.

Sejalan dengan itu, surat pemberitahuan kepada BLI tentang penarikan diri PSMS dari Liga Super serta tentang tidak dibenarkannya lagi Sihar Sitorus (PT Togos Gopas) membawa nama PSMS dalam kegiatan apa pun.

Namun, dengan nada enteng, Sihar Sitorus mengaku tak terpengaruh dengan surat pencabutan itu. “Saya akan jalan terus. Kami telah mendapat mandat dari Badan Liga Indonesia untuk mengelola PSMS ke Liga Super 2008,” katanya.

Menurutnya, masalah pencabutan mandat yang berwenang itu adalah Komisi Disiplin PSSI sehingga pihak PT Togos Gopas tetap melanjutkan sebagai pengelola. Sihar juga mengakui visinya sebagai pengelola mengharuskannya menyiapkan dana antara Rp 20-25 miliar. Itu dilakukannya karena ingin membangun persepakbolaan. Dana sebesar itu juga dipergunakan untuk membentuk tim U-21, termasuk biaya akademi sepakbola Medan United.

Inilah pukulan terberat di saat kompetisi akan digelar. Namun, Joko Driyono, Direktur Kompetisi BLI, bersikap mengabaikan isi dari surat tersebut lantaran surat pencabutan mandat itu bisa menimbulkan chaos dalam kompetisi yang akan digelar. Atas nama kompetisi, BLI berharap kedua pihak kembali duduk dan menyelesaikan masalah secara bijak. Apalagi ada indikasi pencabutan mandat ini mengandung trik politik yang kurang elok.

Sebaliknya, pihak Sihar juga siap melayangkan gugatan jika mandat yang mereka peroleh dan uang yang telah digunakan terbuang percuma karena pencabutan mandat tersebut. Ruwet! (ary/wis)

>> Kembali ke Atas

BERITA LAINNYA
Pembukaan Liga Super
TANGIS DI AWAL PESTA

Prediksi Juara
SRIWIJAYA TETAP FAVORIT

Workshop Media
KESAN TERGESA-GESA

Dana Klub
BAHAYA DI DEPAN MATA

Kasus PSMS
SIHAR JALAN TERUS

Peluncuran Tim LSI
DIBAYANGI BANYAK PERSOALAN

Divisi Utama
BEDA NASIB PERSIS DAN PERSEMA

Astro Big Boys
LIMA PEMAIN KE LONDON

Kualifikasi Piala Asia
MASUK GRUP MAUT

Piala AFF U-16
INTIP KEKUATAN LAWAN

Kompetisi U-15
DUA TAHUN PENANTIAN

Turnamen U-12
TULUNG AGUNG BERPESTA

Liga Futsal Indonesia
BANDUNG MILIK ELECTRIC

Sepakbola PON XVII
KUDA HITAM KALTIM

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC