|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Final Copa Dji Sam Soe Indonesia
Sanksi Persipura
Ancaman berat bakal menjerat Persipura. Komisi Disiplin PSSI siap membidik aksi Tim Mutiara Hitam karena tidak mau meneruskan pertandingan pada final Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (28/6). Layakkah mereka dihukum berat?
Persipura, mogok sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. (Foto: Stefan Sihombing/BOLA)
Mogok tidak mau meneruskan pertandingan itu jelas mencederai sportivitas. Namun, aksi yang dilakukan Eduard Ivakdalam dkk. tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap sang pengadil. Purwanto dinilai kubu Persipura tidak fair.
Terutama saat tendangan Ernest Jeremiah yang mengenai tangan bek Joel Tsimi tidak diberi hukuman penalti. Padahal, menurut wasit terbaik Indonesia, Jimmy Napitupulu, kejadian itu layak dihukum tendangan 12 pas. Lebih lagi, saat itu Persipura tertinggal 0-1 oleh gol Anoure Obiora.
Ketua Umum Persipura, M.R. Kambu, menyebut siap bertanggung jawab atas aksi tidak sportif tersebut. Meski begitu, juara Liga Super 2009 itu juga menuntut keadilan dan jangan hanya menimpakan kesalahan kepada Boaz Solossa cs. Komdis dituntut jernih dan adil dalam menjatuhkan vonis. Mereka berharap Purwanto harus disidik juga.
Perlawanan muncul dari 43 pengacara lokal yang tergabung dalam tim Gabungan Advokasi Persipura. Mereka akan melakukan gugatan terhadap PSSI dan Purwanto. Bahkan Pengda Papua mengancam akan menarik keanggotaan dari PSSI dan Persipura akan diikutkan ke kompetisi Australia.
Keputusan PSSI dan BLI juga patut dipertanyakan. Mengapa otoritas sepak bola di Tanah Air itu seakan disetir oleh sponsor dalam pemilihan stadion untuk ajang final di Palembang? Padahal kota ini menjadi markas Sriwijaya FC, seteru Persipura. Wajar kalau Persipura beranggapan sejak awal Laskar Wong Kito sudah diuntungkan menjadi kampiun.
Mengapa PSSI dan BLI tak berkaca? Mengapa kedua lembaga tersebut tidak mengantisipasinya? Dari tahun ke tahun selalu ada noda dalam setiap perhelatan CDSSI. Soal tudingan bahwa wasit yang dinilai tidak netral pun pernah merebak. Ketika final tahun 2005, Arema pun pernah mogok dan meminta ada pergantian pengadil.
Soal sanksi, banyak tokoh menyebut seandainya Komdis PSSI kelak menjatuhkan vonis untuk Persipura, harus bersifat mendidik. Jangan sampai mematikan potensi sepak bola nasional.
Seperti apa hukuman untuk Persipura dan bagaimana kelanjutan kasus ini? Menarik untuk terus disimak! (Broto Happy W.)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|