PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
Piala Konfederasi
Italia
Inggris
Spanyol
Jerman
Belanda
Prancis
Piala Eropa U-21
Profil
Wawancara
OLENAS
Liga Super Indonesia
Tim Nasional
OLIMPIK
Catatan Ringan
Halaman Tiga
Balap
Olimpik
Tenis
Bulu Tangkis
Bola Basket
Tinju
Galeri
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Final Copa Dji Sam Soe Indonesia
Sanksi Persipura

Ancaman berat bakal menjerat Persipura. Komisi Disiplin PSSI siap membidik aksi Tim Mutiara Hitam karena tidak mau meneruskan pertandingan pada final Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (28/6). Layakkah mereka dihukum berat?


Persipura, mogok sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. (Foto: Stefan Sihombing/BOLA)


Mogok tidak mau meneruskan pertandingan itu jelas mencederai sportivitas. Namun, aksi yang dilakukan Eduard Ivakdalam dkk. tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap sang pengadil. Purwanto dinilai kubu Persipura tidak fair.

Terutama saat tendangan Ernest Jeremiah yang mengenai tangan bek Joel Tsimi tidak diberi hukuman penalti. Padahal, menurut wasit terbaik Indonesia, Jimmy Napitupulu, kejadian itu layak dihukum tendangan 12 pas. Lebih lagi, saat itu Persipura tertinggal 0-1 oleh gol Anoure Obiora.

Ketua Umum Persipura, M.R. Kambu, menyebut siap bertang­gung jawab atas aksi tidak sportif tersebut. Meski begitu, juara Liga Super 2009 itu juga menuntut keadilan dan jangan hanya menimpakan kesalahan kepada Boaz Solossa cs. Komdis dituntut jernih dan adil dalam menjatuhkan vonis. Mereka berharap Purwanto harus disidik juga.

Perlawanan muncul dari 43 pengacara lokal yang tergabung dalam tim Gabungan Advokasi Persipura. Mereka akan melaku­kan gugatan terhadap PSSI dan Purwanto. Bahkan Pengda Papua mengancam akan menarik keanggotaan dari PSSI dan Persipura akan diikutkan ke kompetisi Australia.

Keputusan PSSI dan BLI juga patut dipertanyakan. Mengapa otoritas sepak bola di Tanah Air itu seakan disetir oleh sponsor dalam pemilihan stadion untuk ajang final di Palembang? Padahal kota ini menjadi markas Sriwijaya FC, seteru Persipura. Wajar kalau Persipura beranggapan sejak awal Laskar Wong Kito sudah diuntungkan menjadi kampiun.

Mengapa PSSI dan BLI tak berkaca? Mengapa kedua lembaga tersebut tidak mengantisipasinya? Dari tahun ke tahun selalu ada noda dalam setiap perhelatan CDSSI. Soal tudingan bahwa wasit yang dinilai tidak netral pun pernah merebak. Ketika final tahun 2005, Arema pun pernah mogok dan meminta ada pergantian pengadil.

Soal sanksi, banyak tokoh menyebut seandainya Komdis PSSI kelak menjatuhkan vonis untuk Persipura, harus bersifat mendidik. Jangan sampai memati­kan potensi sepak bola nasional.

Seperti apa hukuman untuk Persipura dan bagaimana kelanjutan kasus ini? Menarik untuk terus disimak! (Broto Happy W.)

>> Kembali ke Atas

BERITA LAINNYA
SANKSI PERSIPURA

Kasus WO Persipura
DIANCAM HUKUMAN BERLAPIS

Kasus Tim Mogok
BANYAK DIPICU WASIT

Menyorot Kinerja Purwanto
TETAP MEYAKINI KEPUTUSAN

Sriwijaya FC
BERBURU DAN NIKMATI BONUS

Catatan Sepak Bola
SAATNYA INTROSPEKSI DIRI

Play-Off Persebaya vs PSMS 7-6 (1-1)
HASIL TANGAN DINGIN AJI

PSMS
BERHARAP KEAJAIBAN VERIFIKASI

Kasus Perkelahian Solo
TETAP KE MEJA HIJAU

Verifikasi Stadion
TAK ADA MUSAFIR

Tur Asia Manchester United
TIKET MASIH BANYAK

Bursa Pemain
EMPAT ASING TERLARIS

Bursa Pelatih
ISU PANASKAN PASAR

Timnas
HADAPI KASUS KLASIK

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC