PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
Catatan Ringan
Halaman Tiga
Balap
Bola Basket
Bulutangkis
Galeri
Olimpik
Tenis
Tinju
OLE! INTERNASIONAL
Italia
Inggris
Spanyol
Jerman
Prancis
Profil
Wawancara
Piala UEFA
Euro 2008
OLE! NASIONAL
Divisi I
PSSI
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Penentuan Scudetto pada Hari Terakhir
Super-Giornata!

Di tengah keprihatinan publik Italia karena Liga Champion dikuasai klub-klub Inggris, Gli Italiani tiba-tiba dapat membanggakan sesuatu dari kompetisi mereka. Serie A seru sampai akhir musim dan sportivitas dijunjung tinggi.

Dua tahun lalu nama calcio (sepakbola dalam bahasa Italia) rusak. Penyebabnya adalah skandal pengaturan skor dan penunjukan wasit. Tidak sedikit penggila sepakbola yang kehilangan kepercayaan pada Serie A.

Secara perlahan Serie A memulihkan nama besar mereka. Musim ini jadi contoh terbaik. Peraih scudetto baru diketahui pada giornata terakhir, yakni antara Inter (poin 82) atau Roma (81). Jadi, Serie A tak kalah seru dari Premier League, di mana penentuan juara juga pada pekan terakhir.

“Kami harus memuji para pemain dan staf Siena untuk fair play yang mereka perlihatkan. Hal itu bukti bahwa sportivitas tak hanya milik klub-klub Inggris,” kata gelandang Roma, Daniele De Rossi. Keberhasilan Siena menahan Inter 2-2 pada Ahad lalu membuat peraih scudetto baru diketahui pada pekan terakhir.

Penentuan siapa di zona Liga Champion dan siapa turun divisi juga terjadi pada hari terakhir. Fiorentina (63) dan Milan (61) mengejar peringkat empat. Catania (36), Parma (34), dan Empoli (33) tak mau mendapat dua tiket ke Serie B.

Serunya dua dari tiga klub itu bertemu tim yang sedang mengejar scudetto. Parma menjamu Inter di Ennio Tardini dan Catania menghadapi Roma di Angelo Massimino. Dijamin tidak ada main mata! Benar-benar supergiornata.

Puasa Bicara

Tekanan berat ada di pihak Inter. Bagaimana tidak? Pada Februari lalu Inter sempat unggul 11 poin atas Roma. Dalam dua giornata terakhir I Nerazzurri sudah bisa juara, tapi La Beneamata selalu gagal.

Kegagalan pada Ahad lalu menyedihkan buat Inter. Saat skor 2-2, Inter mendapat penalti. Marco Materazzi sengaja mengambil tugas Julio Cruz sebagai eksekutor. Ia gagal!

Presiden Inter, Massimo Moratti, yang sangat kecewa pada Materazzi, memutuskan untuk silenzio stampa alias puasa bicara kepada pers. Langkah tepat untuk menenangkan keadaan di kamar ganti Inter.

Di Roma, tifosi I Giallorossi marah. Badan pengawas kegiatan olahraga melarang Romanisti hadir di Stadio Massimino karena alasan keamanan. Sementara itu, Interisti boleh ke Tardini.

“Ada situs yang memprediksi akan terjadi bentrokan,” kata Ketua Dewan Kota Catania, Giovanni Finazzo, kepada La Sicilia.

Wajar Catania khawatir. Tahun lalu ada peristiwa berdarah di Massimino saat terjadi bentrokan antara tifosi Catania dengan Palermo. Tewasnya inspektur polisi Filippo Raciti membuat Serie A dihentikan satu pekan.

Lega Calcio menilai Roma dirugikan keputusan itu. “Pendukung Roma harus dapat pergi ke Catania karena ini sepakbola yang sama-sama ingin kita saksikan tanpa ada perbedaan,” tegas Presiden Lega, Antonio Matarrese.

Semoga tidak ada kekerasan di Massimino dan Tardini. Mari berharap hanya ada 90 menit yang dipenuhi drama menegangkan dan aksi spektakuler. Orang Italia berkata: “Il bello del calcio (Keindahan dari sepakbola).” (Riemantono)


>> Kembali ke Atas



Juve Suka Roma

Berbicara soal siapa peraih scudetto, nama Juventus tidak dapat disisihkan begitu saja meski klub itu tak ikut dalam persaingan. Juventus adalah klub yang paling sering menjuarai Serie A, yakni 27 kali.

Sebagai raja, klub mana yang dipilih Juve? Si Nyonya Tua lebih suka Roma yang meraih scudetto daripada Inter.

“Apa pun hasil final, itu adil karena kedua klub sama-sama baik,” kata kiper Juventus, Gianluigi Buffon, seperti dikutip La Stampa. “Tapi, Roma memainkan sepakbola yang lebih baik,” tambah Buffon.

Eks kiper Parma itu lalu berkata: “Saya tidak dapat mengatakan tim mana yang akan saya dukung, tapi para pendukung Juventus sudah menyatakan secara jelas di pihak mana mereka berada. Ketika Siena menyamakan skor 2-2 melawan Inter pekan lalu, mereka merayakannya seperti saat kami mencetak gol.” (man)


>> Kembali ke Atas



Tragedi 2001/02

Dalam 20 musim terakhir, hanya tujuh kali peraih scudetto baru diketahui pada pekan terakhir. Dalam tujuh momen itu, lima kali sang pemimpin klasemen pada satu pekan sebelum kompetisi selesai berhasil mempertahankan posisi di puncak. Hal ini tentu menjadi kabar bagus buat Inter pada musim ini, di mana I Nerazzurri unggul satu poin atas Roma.

Akan tetapi, Inter punya sejarah buruk dalam 20 musim terakhir. La Beneamata adalah satu dari dua klub yang gagal mempertahankan posisi di puncak pada pekan terakhir. Peristiwa itu terjadi pada musim 2001/02.

Satu pekan sebelum kompetisi selesai, Inter memimpin dengan perolehan 69 poin. Ronaldo dkk. ditempel Juventus (68) dan Roma (67).

Pada pekan terakhir, Inter menyerah 2-4 dari Lazio setelah sempat unggul 1-0 dan 2-1. Sementara itu, Juventus memukul Udinese 2-0 dan Roma mengalahkan Torino 1-0. Klasemen akhir: Juventus (71), Roma (70), dan Inter (69). Tragis buat Inter. (man)

>> Kembali ke Atas

BERITA LAINNYA
Penentuan Scudetto pada Hari Terakhir
SUPER-GIORNATA!

Parma vs Inter
MENANTI KEAJAIBAN

Catania vs Roma
JAGA SIKAP PESIMISTIS

Milan vs Udinese
50% MILANO, 50% TORINO

Torino vs Fiorentina
OBAT PAMUNGKAS

Catatan Sepakbola
SCUDETTO DENGAN HATI

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC