PRINT EDITION | FORUM | AGENDA | PHOTOFOLIO
HALAMAN MUKA
Catatan Ringan
Halaman Tiga
Balap
Bola Basket
Bulutangkis
Galeri
Olimpik
Tenis
Tinju
OLE! INTERNASIONAL
Italia
Inggris
Spanyol
Jerman
Prancis
Profil
Wawancara
Piala UEFA
Euro 2008
OLE! NASIONAL
Divisi I
PSSI
KLASEMEN
Home  >  EDISI CETAK



Langkah Beriringan

Tim Thomas dan Uber Indonesia melangkah beriringan ke babak semifinal turnamen Bank BRI Piala Thomas-Uber, yang digelar Kamis-Jumat (16/5) di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Mampukah pasukan Merah Putih melaju ke final dan mengembalikan kebanggaan bangsa dengan merebut gelar juara?

Langkah tim Thomas yang susah payah melewati Thailand 3-2 di pertandingan pertama memang sempat mengkhawatirkan. Namun, di dua pertandingan berikutnya Sony Dwi Kuncoro dkk. menunjukkan perbaikan. Indonesia mampu menang 5-0 atas Jerman (12/5) dan 3-0 atas Inggris di perempatfinal (14/5).

“Dalam turnamen seperti ini tiap pemain memiliki tahapan untuk mencapai permainan terbaik. Hal yang sulit dilakukan adalah menjaga supaya performa pemain bisa terus menanjak hingga ke pertandingan final,” ujar Christian Hadinata, pelatih kepala tim Thomas-Uber Indonesia.

Di semifinal, Indonesia akan ditantang Korsel, yang menyisihkan Denmark 3-2 di perempatfinal.

“Sama saja mau menghadapi Denmark atau Korea, tapi kami akan lebih tertantang lawan Korea,” kata Markis Kido, ganda utama Indonesia yang berpasangan dengan Hendra Setiawan.

Kido/Hendra berkesempatan menuntaskan rasa penasaran pada ganda nomor satu Korea, Lee Yong-dae/Jung Jae-sung. Terakhir kali mereka bertemu di final Swiss Super Series dan Kido/Hendra harus mengakui keunggulan rivalnya.

Tim Uber, yang sebenarnya sudah mencapai target dengan mencapai semifinal, tak mau kalah. Mereka bertekad menembus final.

“Keberhasilan ini adalah sesuatu yang luar biasa. Pemain sudah melakukan yang terbaik. Mereka menunjukkan mampu meraih kemenangan dan mengukir prestasi meskipun sempat diragukan,” ucap manajer tim Uber, Susy Susanti.

Memasuki partai sepenting semifinal, dengan kualitas lawan yang makin tangguh, tim Thomas-Uber Indonesia harus waspada. “Kita harus jaga ketenangan saat bermain. Hal ini akan berpengaruh pada konsentrasi,” sebut Kido.

Percaya Diri

Buat tim Uber, kemenangan atas unggulan kedua, Jepang, di partai pembuka sungguh besar artinya. Apalagi hal ini ditambah keberhasilan melaju ke semifinal melawan Jerman.

“Tim ini tidak hanya bertumpu di nomor tunggal atau ganda. Semua punya tanggung jawab sama. Kepercayaan diri mereka sedang tinggi. Suasana tim juga sangat harmonis. Kondisi ini yang tetap harus dijaga,” tutur Susy.

Semifinalis lain adalah juara bertahan Cina. Di Piala Thomas Cina ditantang Malaysia, sedangkan pada Piala Uber Cina akan meladeni Korsel.

Kiprah tim Indonesia setidaknya sudah membuat tim lain waspada. Pelatih kepala tim Cina, Li Yongbo, yang kerap mengumbar sikap arogan melontarkan komentar yang menunjukkan timnya menganggap Indonesia sebagai pesaing terberat.

“Kami memang lebih suka menghadapi Indonesia di final. Dengan kualitas yang dimiliki, ditambah dukungan penonton yang luar biasa, Indonesia memang pantas melaju hingga ke final,” kata Yongbo. (Erwin Fitriansyah/CW-1)

>> Kembali ke Atas

BERITA LAINNYA
LANGKAH BERIRINGAN

Semifinal Piala Thomas: Indonesia vs Korea
SAATNYA BERTEMPUR

Semifinal Uber: Indonesia vs Jerman
AYO, LEWATI TARGET!

Wawancara Simon Santoso
INGIN LEBIH TENANG

DATA-FAKTA

 

© BolaNews.com - Logo and web content are trademarks of PT.Tunas Bola. All rights reserved.
Developed by WEBPACIFIC