|
|
 |
Home
> EDISI CETAK
Motogp Prancis
Fase Vital
Sirkus Motogp kini memasuki fase vital. Mulai GP Prancis, Ahad (18/5), di Sirkuit Le Mans, rombongan balap paling bergengsi ini akan menempuh perjalanan berat tujuh seri dalam sembilan pekan. Banyak konsekuensi yang harus dihadapi tim, pabrikan, dan pembalap. Intinya mereka harus siap dengan segala kemungkinan.
|
|
Valentino Rossi, memegang momentum persaingan. (Foto: Grazia Neri)
|
Masalahnya pengembangan praktis tidak bisa dilakukan secara optimal. Dari tujuh seri tersebut terdapat tiga kali double header (dua seri berurutan tanpa jeda). Pembalap juga dituntut untuk selalu fit. Sekali tabrakan parah dan cedera, yang bersangkutan berisiko absen lebih dari satu seri.
Jorge Lorenzo termasuk yang rugi sekaligus beruntung. Rugi karena dia tidak bisa tampil fit hampir di ketujuh seri tersebut selepas kecelakaan parah di GP Cina dua pekan silam. Beruntung karena kecelakaan terjadi di Cina dan Lorenzo masih sanggup mengikuti lomba.
Rekan satu tim Lorenzo, Valentino Rossi, merasa beruntung. Kemenangan di Shanghai adalah momentum penting bagi dirinya pada musim 2008 ini. Dengan momentum itulah kini Vale paling yakin menyambut fase vital ini.
“Kami ke Le Mans dengan kon¬disi hebat setelah hasil di Cina. Saya yakin kami punya weekend bagus di Le Mans. Yamaha biasa¬nya bagus di Le Mans dan walau ini kali pertama kami bersama di Bridgestone, saya tetap yakin,” kata Vale.
Mesin Honda Meski memegang momentum, Vale masih punya halangan besar. Penampilan stabil Dani Pedrosa pada lima seri awal musim 2008 membuat andalan tim Repsol Honda itu masih tetap bertengger di puncak klasemen. Padahal, sebelum musim di mulai, Honda sempat diragukan bisa bersaing di papan atas musim ini.
Namun, Honda belum akan menampilkan mesin dengan sistem katup pneumatic. Menurut jadwal, mesin tersebut baru akan digunakan saat tes pascalomba di Le Mans dan akan digunakan di seri selanjutnya.
(Andi Yanianto)
>> Kembali ke Atas
| |
 |

|